
Bunga Mekar
kita mendapati diri
terperangkap dalam sebuah realitas
—yang dipenuhi dosa. di sana
kita berkelana, penuh ketakutan
terhadap segala akhir.
menunggu dengan sabar, bersembunyi
di antara tanaman hias
yaitu, di antara
bunga-bunga.
yang mereka paksa mekar: meskipun
diguyur lebat hujan
dan esoknya
diseka kering matahari
dan lusanya,
dan tulatnya,
dan seterusnya.
hingga payah bunga-bunga itu
dikaruniai mekarnya keindahan
yang menyiksa harumnya.
Ter(lampau) Selimut
perang.
memorakporandakan,
tanah air kepalamu.
tiada.
tiada lagi, untukmu
tempat berlindung.
gigil.
kau menggigil,
dingin menusuk tulang.
hangat. kau menghangat.
tidak.
namun tidak,
kau memanas
(memberondong diri
dengan timah panas).
Pelihatan Busuk
bilamana kau bercermin, tubuhmu gersang.
apabila kau mengguyur-guyurnya dengan air
—pada cermin yang memantulkan rupamu itu.
dedaunan kian berubah coklat tua, berguguran
: di kulit kepalamu.
Menutup Pintu
kucing duduk tegak di ambang pintu
putih bulunya genangan air keruh.
kucing duduk tegak tajam di mataku
di ambang pintu terang remang cahaya lampu.
terbelalak matanya seribu bahasa
kucing menghilang serentak putih cahaya.





Tinggalkan Balasan