Deskripsi
Cerita-cerita dalam kumpulan ini dituturkan oleh para narator yang seakan berbicara dari ruang tersembunyi—ruang yang luput dari jangkauan tangan-tangan represif. Mereka tidak sekadar mengungkap kebenaran, tetapi juga berusaha membuka kemungkinan lain yang selama ini disingkirkan melalui upaya-upaya revisi sejarah. Tokoh-tokohnya hadir dengan beban trauma, ketakutan, dan keputusasaan, seolah bercerita dari ruang pengap penuh tekanan layaknya kamp konsentrasi. Karena itu, kisah-kisah ini terasa intimidatif, nyaris tanpa harapan, seakan dunia yang mereka huni sudah kehilangan kelayakannya untuk dijalani.
Ketertindasan yang dialami para tokoh bukanlah keadaan yang hadir begitu saja, melainkan hasil bentukan sejarah panjang lebih dari enam dekade. Ia merupakan bayang-bayang peristiwa 1965, luka yang tak kunjung sembuh, represi 1998—satu tahun sebelum kumpulan cerita ini lahir—serta rangkaian bab sejarah bangsa yang tak pernah benar-benar selesai. Dalam sejarah itulah kita dipaksa tunduk demi sekadar bertahan hidup, meski kehilangan makna. Penindasan tersebut masih nyata hingga hari ini: di sekolah, di rumah, di tempat kerja, di tongkrongan, bahkan dalam cara kita memandang dan memaklumi kekerasan yang dilakukan oleh negara.
Judul : Mayat-mayat yang Bercerita tentang Kematianmu
Penulis : Muhammad Daffa
Penerbit : Arkalitera (2025)
Tebal : 189 hlm (book paper, soft cover)





Ulasan
Belum ada ulasan.